Kemendikbud Tunggu Izin Gugus Tugas Covid-19 untuk Buka Kampus

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewacanakan soal pembukaan kembali perguruan tinggi dalam waktu dekat. Namun, hal ini masih tergantung keputusan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan.

“Jika BNPB sudah menyatakan, misalnya tanggal 10 Juli sudah aman untuk buka sekolah, maka kami konfirmasi ke Kemenkes gimana kalau kuliah sesegera mungkin sesuai keputusan BNPB,” ujar Sekretaris Jenderal Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani melalui konferensi video, Senin (18/5).

Ia pun mengaku Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud sudah berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian Kesehatan soal nasib aktivitas kampus pada tahun ajaran baru.

“Kalau Juli di pendidikan dasar dan menengah [sekolah sudah buka], maka kami yakin tahun ajaran baru kami akan sesuai jadwal. Dengan catatan persyaratan dari BNPB dan Kemenkes,” imbuhnya.

Terpisah, pengamat pendidikan sekaligus Rektor Universitas Yarsi, Fasli Jalal, mengatakan perguruan tinggi harus mulai memetakan skenario new normal atau kondisi normal baru selama pembelajaran di tengah Corona. Ini bukan hanya sekedar menyiapkan sabun cuci tangan, hand sanitizer, desinfektan dan masker di kampus. Namun, katanya, itu bisa berarti menambah kelas untuk memangkas jumlah siswa dalam satu mata pelajaran alias sistem sif.

“Kapasitas menjadi separuh, atau mungkin sepertiga. Kemudian untuk kompensasi apakah di double shift atau kelas paralel ditambah. Dan itu beban biaya semua, jadi banyak implikasinya,” ujarnya melalui konferensi video.

Dengan perubahan sistem pembelajaran baru, kata mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, sistem kerja bagi pendidik dan tenaga kependidikan juga bakal berubah. Perguruan tinggi mesti memetakan cara kerja, jumlah pekerja, hingga gaji yang sesuai dengan kebutuhan belajar selama pandemi. Perguruan tinggi di hampir sebagian besar daerah mulai memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) semenjak wabah corona menimbun. Jenjang waktunya hampir serupa dengan penutupan sekolah.

Sebelumnya, Kemendikbud menyatakan rencana bakal membuka kembali sekolah pada pertengahan Juli. Namun ini khusus daerah yang dinyatakan aman dari Corona.

(admin)